Senin, 05 Desember 2011


Beckham Mungkin Tetap di LA Galaxy
MANILA, KOMPAS.com — Gelandang Los Angeles Galaxy, David Beckham (36), mengisyaratkan mendapat kesempatan berkarier di klub lain. Ia mengaku belum mengambil keputusan dan tak menutup kemungkinan tetap di LA Galaxy.
Kontrak Beckham akan habis akhir bulan ini. Menurut pemberitaan di Perancis, Paris Saint Germain (PSG) berminat merekrutnya.
"Aku sangat bangga atas kesempatan bersama LA Galaxy dan ini mungkin berlanjut. Aku pikir, pada akhirnya aku harus membuat keputusan besar. Namun, sejauh ini aku belum memutuskan apa-apa," ujar Beckham.
Meski sudah tak lagi muda, Beckham masih menunjukkan dedikasi pada sepak bola, dengan tak menutup kemungkinan bermain, sekalipun tak di level utama. Hal ini menjadikannya salah satu pemain senior yang dipertimbangkan masuk skuad Inggris Raya untuk Olimpiade 2012 London.
"Semoga aku kembali ke London musim panas mendatang," tukasnya.

Pemain tim nasional Indonesia Selection Andik Vermansyah (kiri) melihat pemain LA Galaxy David Beckham pada pertandingan persahabatan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (30/11). LA Galaxy menang 1-0. TEMPO/Zulkarnain

David Beckham Pertimbangkan Masa Depannya  

TEMPO.CO, Melbourne - Bintang sepak bola David Beckham mengaku sedang memikirkan masa depannya setelah kontrak dengan Los Angeles Galaxy, klub bola Amerika Serikat, berakhir. Pemain berusia 36 tahun ini akan mengakhiri masa kontraknya setelah Galaxy melakukan laga persahabatan dengan Melbourne City, Selasa, 6 Desember 2011.

Bekas kapten tim nasional Inggris ini sedang mempertimbangkan apakah akan bermain dengan salah satu klub di Prancis, Paris St. Germain, atau tetap tinggal di Amerika Serikat. Dia mengatakan kepada wartawan, Senin, 5 Desember 2011, bahwa dirinya untuk sementara ingin menghabiskan waktu bersama sebelum mengambil keputusan.

"Saya ingin mengakhiri musim ini dengan tropi juara, selanjutnya melakukan perjalanan untuk merayakannya," ujar Beckham.

Beckham dan Galaxy tiba di Melbourne, Ahad, 4 Desember 2011, untuk melakoni laga persabahatan di Stadion Victory. Kesempatan ini dimanfaatkan Beckham berkunjung ke Melbourne’s Royal Children’s Hospital.

Di rumah sakit ini, Beckham disambut anak-anak dan orang tua. Ia tampak mengenakan T-shirt dan celana jins. Beckham menghabiskan waktu hampir sejam untuk berbicara dan foto bersama para pasien dan staf rumah sakit.

AC Milan Masih Berburu Tevez

TRIBUNNEWS.COM, MILAN – Ketertarikan AC Milan pada Carlos Tevez masih berlanjut. Namun kabar terbaru menyebutkan bahwa Rossoneri hanya ingin mendatangkan penyerang asal Argentina itu sebagai pemain pinjaman.
Bukan rahasia lagi jika Tevez menjadi target nomor satu Milan saat ini. Kabarnya, lelaki berjuluk Carlitos itu akan coba dipinjam pada Januari tahun depan guna menggantikan peran Antonio Cassano yang bakal absen hingga akhir musim lantaran mengalami masalah jantung.
Menurut berita terkini dari Daily Mail, Milan telah berbicara dengan kubu The Citizen soal keinginan mereka untuk meminjam Tevez. Dan, raksasa Italia itu memberikan waktu 10 hari pada City untuk memberikan jawaban.
Usaha Milan ini jelas tak mudah. Pasalnya, pihak Manchester City pernah menegaskan bakal melepas pemainnya itu dengan status permanen, bukan dipinjamkan.
Sebagai opsi alternatif, Milan tengah memburu striker kepunyaan Catania, Maxi Lopez. Kabar dari Italia menyebutkan bahwa Catania telah setuju untuk melepas pemain andalannya itu di bursa transfer musim dingin. Hanya saja, semua masih bergantung apakah I Diavolo Rosso mampu mendatangkan Tevez atau tidak.

 


Atletik Indonesia Sudah Sumbang Tujuh Medali Emas

PALEMBANG (Pos Kota) – Atletik Indonesia menyamai rekor perolehan medali emas yang mereka peroleh di SEA Games 2009 Laos, setelah pada hari kedua pertandingan cabang atletik SEA Games 2011, Minggu (13/11), menyabet tambahan tiga medali emas dari 12 medali yang diperebutkan. Sehari sebelumnya, atletik membukukan empat medali emas.
Dengan demikian, atletik Indonesia sudah membukukan tujuh medali emas SEA Games 2011. Pada hari pertama emas diraih Rini Budiarti dari nomor lomba 3.000m halang rintang (steeplechase), Franklin Ramses Buruni (100m putra), serta Serafi Anelis unani (100m putri), dan Triyaningsih (lari jarak jauh 10.000m putri).
“Kami memang ingin medali emas sebanyak-banyaknya, tetapi setidaknya kami bisa mempertahankan tujuh medali yang kami rebut di Laos,” kata Tuti Merdiko, Wakil Sekjen PB-PASI usai pertandingan di Stadion Atletik Jakabaring, tadi malam.
Agus Prayoga yang turun di nomor Men’s 10000m menyumbangkan medali emas pertama pada pegelaran hari kedua pertandingan atletik. Sayang, Dedeh Erawati yang diunggulkan di nomor Women’s 100m Hurdles, gagal memberikan yang tarbaik bagi Indonesia setelah finis di urutan kedua dengan selisih 0,02 dari perebut emas dari Thailand, Wallapa Punsoongneun dengan catatan waktu 13.51.
Kemenangan Agus merebut medali emas nomor 10000m semakin sempurna setelah rekannya Johan Jauhari merebut medali perak. Agus mencatkan angka 30.10.43, sedangkan Johan membukukan waktu 30.43.62. Sedangkan medali perunggu menjadi milik Vietnam, Van Lai Nguyen yang membukukan waktu 31.22.20.
“Saya tidak terlalu ngotot, sebab saat 5000m waktu saya sudah melewati waktu saat pertandingan di Laos 2009. Karena itu, saya jaga ritme saja sehingga tidak terlalu ngogot untuk memperbaiki rekor saya, 23.25 detik,” prajurit TNI-AD berpangkat Sersan Dua dari kesatuan Secapa TNI-AD tersebut.
Target PB-PASI untuk melewati perolehan medali emas SEA Games Laos, sangat terbuka lebar. Seperti diungkapkan Agus Prayoga yang akan turun di nomor 5000m. “Saya akan all-out (habis-habisan) untuk 5000m nanti,” kata dia.
Mengomentari Eduardo Buenaviesta yang mundur sebelum start, Agus Prayoga mengatakan, “Dia melakukan itu untuk simpan energi. Dia nanti akan turun di nomor 5000m, dia pasti akan habis-habisan di sana,” kata Agus.
Dari nomor Mens’s 1500m final, Ridwan menambah pundi-pundi emas Indonesia setelah mengalahkan Filipina, Mervin Guarte. Ridwan unggul tipis dengan waktu 3.47.63, sedangkan Guarte 3.47.65. Di posisi ketiga untuk medali perak, direbut atlet Malaysia, Mohd. Jironi Ridzuan dengan waktu 3.49.27.
Indonesi juga menyumbangkan medali emas dari nomor Men’s 400m atas nama Astriyanto Heru dengan waktu 47.53, sedangkan medali perak direbut Christian Bangsit Archand dengan catatan waktu 47.71, serta medali perunggu direbut Leuwol Yacobus dengan membukukan waktu 47.97.(ian/hasby/b)

 


 

Atletik Tambah Dua Emas Lagi  


TEMPO.CO, Jakarta:Cabang atletik tampil mencorong di SEA Games kali ini. Dalam lomba hari keempat Selasa, 15 November 2011, cabang ini kembali menyumbang dua medali emas, yakni dari tim estafet 4 X 100 meter putra serta Agus Prayogo di nomor lari 5000 meter.

Dengan sumbangan dua emas itu, atletik yang hanya ditargetkan meraih 7 emas sudah mengumpulkan 11 emas. Besok, masih ada dua emas yang akan diperebutkan di cabang ini, yakni dari nomor maraton.

Tim estafet 4 X 100 meter putra merebut emas setelah finis terdepan dengan catatan waktu 39,905 detik. Meski jauh dari rekor SEA Games, tim yang diperkuat para pelari muda ini sukses mencatatkan prestasi tersendiri. Setelah dalam dua SEA Games terakhir selalu meraih perak, baru kali ini emas bisa ada dalam genggaman. "Saya tidak bisa menyangka karena tadi kami sempat tertinggal jauh," kata Farrel Octaviandi yang menjadi pelari terakhir.

Medali perak menjadi milik tim Singapura yang mencapai garis finis dengan catatan waktu 39,909 detik. Sementara perunggu diraih tim Malaysia yang finis ketiga dengan catatan 40,41 detik. Indonesia memang sempat tertinggal jauh mulai dari pelari ketiga, Fadlin. Sebelumnya Indonesia sudah tampak memimpin saat pelari kedua Franklin Ramses Burumi melesat setelah mengambil tongkat dari Fernando Lumain.

Farrel kemudian berusaha mengejar ketertinggal di 100 meter terakhir, sampai akhirnya masuk bersamaan dengan pelari Singapura. "Saya tidak bisa menyangka, yang jelas ada kekuatan dari Tuhan yang bisa membuat kita bisa seperti ini," katanya.

Sementara itu, tim estafet putra yang diperkuat Nurul Imaniar, Tri Setyo Utami, Serafi Anelis Unani, dan Dedeh Erawati finis kedua dan berhak atas perak. Nurul cs finis dengan catatan waktu 45 detik sekaligus menjadi catatan rekor nasional terbaru mematahkan rekor yang dibuat pada SEA Games Laos 2009 sejauh 45,35 detik. "Meski kita meraih perak saja, tetapi kita tetap bangga karena bisa mempertajam rekor lagi," kata Nurul Imaniar.

Emas untuk Indonesia lainnya dipersembahkan pelari jarak jauh Agus Prayogo setelah finis terdepan di nomor 5000 meter dengan catatan waktu 14 menit 10,01 detik. Sayangnya, Agus tidak bisa mencapai targetnya untuk memecahkan rekor SEA Games 14 menit 8,87 detik. "Saya sangat kecewa, apalagi bedanya tidak terlalu jauh," katanya.

Medali perak juga menjadi milik Indonesia setelah Jauhari Johan finis di urutan kedua dengan catatan waktu 14 menit 35,98 detik. Sementara, medali perunggu menjadi milik Nguyen Van Lai asal Vietnam dengan catatan waktu 14 menit 41,30 detik.

Dwi Ratnawati, yang diharapkan bisa mempersembahkan emas di nomor lempar cakram putri hanya bisa puas meraih perak. Dwi yang melempar sejauh 49,98 meter sulit melampaui sang peraih emas Insaeng Subenrat asal Thailand dengan lemparan sejauh 52,25 meter. Ini sekaligus menjadi rekor SEA Games baru di lempar cakram yang sebelumnya sudah bertahan selama 12 tahun yaitu sejauh 51,48 meter.

 

 

 

PB PASI Beri Bonus Pelatih & Atlet SEA Games

Atletik menyumbangkan 13 medali emas, 12 perak dan 11 perunggu di SEA Games. 

VIVAnews - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Indonesia (PB PASI), Bob Hasan tak ingin ketinggalan memberikan apresiasi kepada para atlet dan pelatih atletik yang berprestasi di SEA Games 2011. Apalagi, atletik menjadi penyumbang medali emas terbanyak bagi kontingen Indonesia yang menjadi juara umum SEA Games ke-26.

Atletik menyumbangkan 13 medali emas, 12 perak dan 11 perunggu di SEA Games. Ini menjadi peningkatan besar dimana pada SEA Games 2009 Laos, Atletik hanya menyumbangkan 7 emas. Sukses ini dirayakan dalam acara Syukuran dan Apresiasi di Stadion Madya, Senayan, Jakarta, Minggu 27 November 2011.

"PB PASI masih terus berupaya meningkatkan prestasi para atlet. Untuk mendukungnya, kami akan kirimkan 10 pelatih muda ke Malente, Jerman, pekan depan," kata Bob Hasan. 

Pada acara ini, pelatih yang mengantarkan atletnya meraih emas mendapatkan bonus Rp50 juta, perak Rp25 juta dan perunggu Rp10 juta. Bagi
pelatih yang belum bisa mengantarkan atletnya meraih medali pun PASI masih memberikan bonus Rp2,5 juta. Pemerintah juga memberikan bonus kepada pelatih ini berturut-turut yakni Rp50 juta, 30 juta dan 15 juta.

"Apresiasi ini layak diberikan karena mereka juga telah berkorban seperti sering meninggalkan keluarga," ucap Sekjen PASI, Tigor Tanjung.

Pelatih lari jarak jauh Pikouli yang menangani Agus Prayogo dan Yahuza mendapatkan bonus terbesar yakni Rp200 juta. Sedangkan pelatih lari jarak dekat Henny Maspaitella yang menangani sprinter Franklin Ramses Burumi dan Serafi Anelis Unani mendapatkan Rp180 juta lebih.

"Saya pikir pemberian bonus ini tepat agar para pelatih semakin bersemangat," tutur sprinter putra Franklin yang meraih emas 100 meter, 200
meter dan 4x100 meter.

Sebelumnya, para atlet berprestasi telah mendapatkan bonus dari Pemerintah yakni Rp200 juta bagi peraih emas, Rp50juta untuk perak dan Rp30 juta untuk perunggu. PASI bekerjasama dengan sponsor Bank Mandiri memberikan beasiswa sebesar Rp2 miliar kepada para atlet yang masih bersekolah.

"Pemberian bonus kepada pelatih ini untuk memberikan semangat kepada mereka. Juga sebagai bentuk apresiasi kepada mereka agar tidak merasa atletnya saja yang diperhatikan," ujar Irwan Hidayat, Direktur Utama PT Sido Muncul yang juga salah satu donatur tetap PASI yang kali ini menyumbang Rp150 juta.
Total bonus yang diberikan PASI kepada para pelatih yakni Rp1,2 miliar.

 


Emas Ketiga Adit di Arena SEA Games
 Atlet panahan Indonesia, I Gusti Nyoman Puruhito, berhasil meraih medali emas SEA Games XXVI untuk kategori compound, setelah mengalahkan atlet panahan Filipina, Yap Earl Benjamin, di lapangan panahan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Rabu (16/11/2011). Gusti memperoleh skor total 144, mengalahkan total skor yang diperoleh Yap Earl, 141 poin.
JAKARTA, KOMPAS.com — I Gusti Nyoman Puruhito Praditya Jati yang akrab disapa Adit berhasil meraih emas ketiganya di nomor compound perseorangan putra di ajang SEA Games.
Sebelumnya, ia meraih emas compound perseorangan putra di di SEA Games 2007 dan 2009. "Saya senang bisa meraih emas yang ketiga ini," ujar Adit, pemanah kelahiran 22 Juni 1985 itu.
Dari tiga pertarungan di SEA Games itu, Adit selalu bertemu dengan lawannya di final hari ini, Earl Benjamin Yap. Di SEA Games 2007, Adit meraih emas usai mengalahkan Yap.
Di SEA Games 2009, Adit bertemu Yap di semifinal, lalu Adit melaju ke final dan meraih emas. Di SEA Games 2011 ini, Adit kembali bertemu Yap di final dan kembali unggul.
"Semua berkat kerja keras dan keyakinan saya. Juga bantuan dan bimbingan dari pelatih panahan Malaysia, Michael Soo, yang membantu saya," ujar Adit.

 

 

Pemkot Hutang RSU Soetomo Rp 52 M

Walikota Dianggap Membunuh Massal Warga Miskin

Surabaya - Walikota Surabaya Tri Rismaharini dinilai bisa membunuh massal warga miskin di Surabaya. Pasalnya, biaya pengobatan warga miskin Surabaya non kuota jamkesmas maupun jamkesda sebesar sekitar Rp 52 miliar belum dibayar ke RSU dr Soetomo Surabaya.

Belasan warga mengatasnamakan Forum Warga Surabaya ini sebelumnya menggelar aksi demo di air mancur perempatan Jalan Panglima Sudirman-Jalan Pemuda dan Jalan Yos Sudarso. Mereka menilai orang nomor satu di Surabaya itu mementingkan urusannya, pesta dan makan enak dari pada memperhatikan kesusahan yang dihadapi rakyat miskin.

"Kami selalu mengawasi perjalanan ibu (Walikota Risma), yang hampir setiap minggu ada namanya tenda untuk pertemuan-pertemuan, pesta, makan-makan enak. Bukannya kami jemu, tapi itu bisa dilakukan, yang penting rakyat miskin selesai dalam permasalahannya," ujar salah satu peserta aksi dari Forum Warga Surabaya saat melakukan aksi di depan rumah dinas Walikota Surabaya Jalan Sedap Malam, Senin (5/12/2011).

"Bagaimana rakyat miskin mau sehat, sementara obat di RS dihentikan pada ini hari karena hutangnya lebih dari Rp 52 miliar belum terbayar," teriaknya.

Para peserta aksi yang juga berorasi menilai, akibat hutang Pemkot yang belum dibayar ke RSU dr Soetomo, membuat rumah sakit mengambil kebijakan, bahwa warga miskin non kuota jamkesmas maupun jamkesda mulai hari ini, Senin 5 Desember 2011, tidak boleh berobat. Kondisi tersebut dinilainya sangat memberatkan warga miskin yang sudah susah.

"Warga miskin Surabaya, jangan pernah sakit. Sebab saat ini anda disuruh membayar. Kota kami sudah tidak mampu membayar anda yang sudah sakit. Untuk warga miskin Surabaya kami mohon anda dilarang sakit, sebab dana untuk rakyat sakit sudah habis. Perhatian sekali lagi, dana untuk orang sakit warga miskin sudah habis, anda jangan pernah sakit," tuturnya

"Mungkin ibu ada di dalam atau tidak dalam (rumah dinas) bisa mendengarkan kami alhamdulillah. Warga miskin cukup sukses cukup sempurna pembunuhan massal," jelasnya.

Selain menggelar aksi di air mancur, belasan orang itu berjalan menuju ke gedung DPRD Surabaya, Jalan Yos Sudarso. Dalam aksinya, massa yang membawa kardus yang bertuliskan: 'Aksi keprihatinan Koin kemanusian kesehatan keluarga miskin'.

Selain itu, massa juga menggelar berbagai poster yang diantaranya bertuslikan, 'Rakyat miskin dilarang sakit', 'Mobdin bisa ditunda, orang sakit diutamakan', 'Jangn bilang demi rakyat kalau tidak peduli rakyat miskin', 'Jangan suka menganiaya orang miskin kualat cuk', 'Hutang bayarmu bedes (kera)' dan berbagai tulisan lainnya.

Di sela-sela aksinya, massa juga melempar koin ke arah gedung DPRD Surabaya dan rumah dinas Walikota Surabaya. Aksi tersebut dinilai sebagain bentuk warga miskin dilarang menggunakan APBD.

"Dewan pemkot kita lempar koin sebagai bentuk kekecewaan rakyat terhadap dewan pemot yang tidak peduli masyarakat miskin, masyarakat kecil," ujar Jubir Forum Warga Surabaya, Hasanuddin.

"Sudah miskin, sakit tapi masih menanggung kesusahannya. Mana kepedulian dari pemokot dewan mana, kita tunggu janji-jani itu," katanya.

"Mereka berkampanye demi rakyat, mereka berkampanye untuk rakyat miskin, tapi kenyataannya, kenyataannya bushet semua itu, mereka ngwaur dalam kampanye," jelasnya.

 

 

 

Politikus Golkar Minta Penuntasan Wisma Atlet

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Hukum dari Fraksi Partai Golongan Karya Bambang Soesatyo mengatakan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi harus segera menuntaskan kasus wisma atlet SEA Games dan kasus Bank Century. Kedua kasus ini dianggap sebagai tolak ukur pimpinan KPK dalam memulihkan independensi lembaga antikorupsi yang sempat diragukan.

"Prioritas kerja pimpinan baru KPK adalah memulihkan independensi KPK dan kompak menangkal upaya kooptasi oleh pihak-pihak tertentu. Agenda kerja yang satu ini sangat berat," kata dia kepada Tempo melalui pesan singkat, Senin, 5 Desember 2011.

Pekan kemarin, Komisi Hukum DPR akhirnya menyelesaikan pemilihan empat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi yang baru. Empat pimpinan baru KPK itu adalah Abraham Samad, Bambang Widjajanto, Zulkarnain, dan Adnan Pandu Pradja. Mereka akan menemani Busyro Muqodas yang masa jabatannya akan habis pada 2013 nanti. Formasi baru ini akan dipimpin oleh Abraham Samad yang rekam jejaknya dianggap belum teruji dalam hal pemberantasan korupsi.

Bambang mengatakan, formasi baru kepemimpinan KPK menumbuhkan harapan baru, sekaligus juga menimbulkan kemarahan dan kegelisahan pihak-pihak tertentu yang merasa mereka tidak bersih dari perilaku korup. Karena itu, Bambang mengatakan, pimpinan KPK harus membuktikan sepak terjangnya dengan menyelesaikan kasus-kasus besar seperti Century dan wisma atlet.

Soal kasus wisma atlet, Bambang mengatakan, pimpinan KPK baru harus menepis anggapan publik bahwa kasus ini hanya akan berhenti pada mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin. Menurutnya, KPK jangan terjebak pada skenario lama seperti yang sudah merebak ini. "Skenario yang saya maksud adalah adanya indikasi bahwa kasus ini dieliminir hanya pada Nazar dan paling jauh Angie (Angelina Sondakh)," ujarnya.

Ia menambahkan, pimpinan KPK harus membuktikan ucapan pimpinan KPK sebelumnya yang menyatakan akan segera ada tersangka baru dalam kasus ini. "Kemarin kan Pak Busyro sempat bilang kalau akan ada tersangka baru. Tapi sampai sekarang mana realisasinya?" tutur Bambang.

Ia mengatakan, DPR akan memantau kinerja 100 hari pimpinan KPK baru ini. Ia berjanji akan menagih janji-janji pimpinan KPK yang mengatakan akan memprioritaskan kasus-kasus besar. "Dua-tiga bulan KPK tetap jalan di tempat, kita akan teriaki. Satu tahun begitu-begitu saja, kita tagih janjinya untuk mundur," ujarnya.



DPR Saja Dapat Pensiun, Masak Atlet Tidak


BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Pengamat olahraga, Mafudin Nigara mengusulkan agar pemerintah memberikan perhatian kepada para atlet yang telah berjasa mengharumkan nama bangsa. Tidak cukup memberikan bonus, namun juga memberikan dana pensiun.

"DPR aja dapat pensiun, masak atlet tidak dapat pensiun," ujar Nigara di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (3/12/2011).

Hal ini menurutnya, penting dipikirkan dan dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pemuda Olahraga paska-suksesnya para atlet mendulang medali dalam SEA Games lalu.

Selain mengapresiasi atlet berprestasi dengan menyumbang medali dan membuat Indonesia juara umum dengan memberikan bonus, menurutnya adalah perlu para atlet berprestasi baik PON, SEA Games, Asian Games dan Olimpiade diberikan kepastian atau jaminan hidup di hari-hari tuanya.

"Jadi harus ada jaminan hari tua yang bisa diberikan oleh pemerintah dalam hal ini Kemenpora yang bertanggung jawab pada olahraga. Jaminan hari tua itu penting. Itu satu penghargaan luar biasa," demikian ia menegaskan.

Lebih lanjut ia mengatakan dirinya mengapresiasi langkah Menpora, Andi Mallarangeng yang sudah memberikan rumah kepada para mantan atlet. Namun, sekarang perlu dibikin jaminan hari tua bagi para atlet Indonesia yang berprestasi.

Dengan penghargaan itu, tegasnya, dapat menjadi pemicu bagi orangtua bahwa di olahraga pun ada kepastian kehidupan selain bekerja.

Digarisbahawinya juga bahwa untuk itu, maka perlu sangat selektif dan ada aturan yang jelas nominal yang didapat sebagai dana hari tuanya. Jumlah nominal yang diterima atlet pun yang berjuang di ajang SEA Games, Asian Games dan Olimpiade tentu tidak akan sama.

"Misanya, kalau atlet peraih medali emas di Olimpiade mendapat dana pensiun seumur hidup setiap bulan," ia mencontohkan.

Bila itu dapat dilakukan masyarakat, maka para atlet yang berprestasi itu merasa dihargai. Pun perjuangannya tidak dirasakan sia-sia saat dia tidak lagi tampil.

Begitu pula, usulnya bagi atlet PON. Para pemimpin daerah memberikan jaminan hari tua bagi atlet daerahnya.




SEA Games 2011 Resmi Berakhir
PALEMBANG - SEA Games XXVI di Jakarta dan Palembang akhirnya resmi ditutup dalam closing ceremony di Stadion Jakabaring Palembang, Selasa malam ini. Dalam sambutannya, Wakil Presiden Boediono pun menyambut sukses prestasi Indonesia yang sukses menjadi juara umum.

“Akhirnya dengan mengucap Alhamdullilah SEA Games XXVI, secara resmi ditutup,” kata Boediono di Stadion Jakabaring Palembang , Selasa (22/11/2011).

Boediono pun memberikan apresiasi besar kepada seluruh pihak yang membantu penyelenggaraan SEA Games.Dan dia berharap SEA Games ini semakin mempererat kebersamaan antara negara di Asia Tenggara.

“Api yang sudah menyala di dada tidak boleh surut padam. Api itulah yang akan terus mengingatkan dan menghangatkan persahabatan masyarakat Asia Tenggara,” katanya.Dalam pidatonya, Boediono juga mengucapkan belasungkawa terhadap insiden tewasnya dua suporter di Stadion Gelora Bung Karno saat laga Timnas Indonesia menghadapi Thailand kemarin.

Di bagian lain, Ketua KONI/KOI Rita Subowo dan Menegpora Andi Mallarangeng dalam sambutannya juga mengingatkan arti penting kebersamaan yang diusung dalam even SEA Games ini. Tak lupa keduanya mengucapkan selamat kepada kontingen Indonesia yang telah meraih gelar juara umum.

Pesta olahraga se Asia Tenggara ini berlangsung sejak 11 November hingga 22 November 2011 dan memperlombakan 44 cabang olahraga. Indonesia sukses menjadi juara umum dengan perolehan 182 emas, 151 perak dan 143 perunggu. Disusul Thailand di tempat kedua dengan 109 emas, 100 perak dan 120 perunggu. Di tempat ketiga Vietnam mengantongi 96 emas, 92 perak dan 100 perunggu.

Acara penutupan digelar meriah, dan diikuti suguhan artistik para penari dan tata visual yang megah.Sebagai tanda berakhirnya, SEA Games 2011 ini, bendera SEA Games pun diturunkan. Di penghujung acara akan dimeriahkan dengan pesta kembang api.Setelah dilangsungkan di Indonesia, SEA Games selanjutnya akan digelar di Myamar pada 2013 mendatang.
 
Bambang Pamungkas-Patrich Wanggai Adu Tajam
  

TRIBUN-MEDAN.com,JAKARTA - Persija Jakarta dan Persidafon Dafonsoro akan bertemu pada pertandingan Indonesia Super League (ISL) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, sore ini, Senin (5/12/2011).

Pertandingan akan menjadi bukti siapa pemain yang paling tajam mewakili kedua tim. Persija diperkuat oleh pemain veteran dan top skor sementara di timnas Indonesia, Bambang Pamungkas. Sementara Persidafon diisi oleh pemain timnas U-23 yang notabene adalah top skor diajang SEA Games XXVI di tubuh Garuda Muda. Pertandingan nanti sore akan menjadi pembuktian siapa yang paling tajam antara pemain beda generasi ini.

Kedua pemain ini juga belum mencetak gol pada pertandingan perdana. BP yang dijadikan starter terlihat belum nyetel dengan permainan Persija yang banyak dihuni pemain muda. Justru Rahmad Afandi yang berhasil memecah kebuntuan Persija kala mengalahkan Deltras Sidoarjo.

Sedangkan bagi Wanggai, pertandingan sore ini adalah yang pertama kalinya baginya karena sebelumnya ia hanya bermain di divisi utama (Persidafon Dafonsoro adalah tim promosi). Ketika dikalahkan tuan rumah PSPS Pekanbaru 4-1, Wanggai juga absen karena pertandingan tersebut hanya selang satu hari setelah bergabung dengan Indonesia Selection melawan LA Galaxy.

Di kubu Persija Jakarta, mereka kembali mengusung kemenangan setelah menyabet tiga poin dari Deltras.

Sekretaris tim Persija, Ferry Indra Syarif mengaku timnya akan memanfaatkan statusnya sebagai tuan rumah dalam laga nanti.

"Ini pertemuan pertama kami dengan Persidafon. Karena main kandang, kami tetap bisa mengambil poin penuh. Sekali lagi kami optimalkan main dikandang," katanya tadi malam.

Akan tetapi ia menyadari, Persija kini masih membutuhkan organisasi permainan yang lebih solid. Hal tersebut sebelumnya juga dicetuskan oleh sang pelatih, Iwan Setiawan yang mengaku kemenangan melawan Deltras Sidoarjo berbau keberuntungan.

"Kami mengalami banyak perubahan. 50 persen diisi oleh muka-muka baru dan anak muda dan mereka butuh pengalaman. Meski ada beberapa timnas U-23 kebersamaan mereka sangat singkat. Tapi kami bangga dengan mereka tidak terlihat canggung ketika bermain," paparnya.

"Kami telah menarik pelajaran dengan pertandingan kemarin (Deltras). Pastinya akan ada perbedaan daripada pertandingan kemarin," pungkasnya.

Sementara itu, pihak Persidafon telah menyiapkan satu pemain yakni Patrich Wanggai yang akan dijadikan tumpuan kala meladeni tuan rumah Persija Jakarta.

Hadirnya, Wanggai yang akan mengisi lini depan Persidafon diyakini akan semakin memperkokoh komposisi pemain Persidafon.

"Kami bersyukur besok bisa lebih komplit. Kami bisa memainkan Patrich Wanggai, Cristian Warobai, Ngon Ajam, mudah-mudahan bisa lengkap semua," terang asisten pelatih Persidafon, Isman Jasulmei.

Selain ketiga pemain tersebut, tim promosi ini juga akan diperkuat pemain veteran yang sempat melambung namanya seperti Eduard Ivakdalam dan Bejo Sugiantoro. Akan tetapi, Persidafon tidak bisa memainkan dua pemain asingnya Itimi Dickson dan Alain N'kong yang juga terkendala masalah International Transfer Certivicate (ITC).

Meski demikian, Isman mengaku optimis dengan komposisi pemain yang dipersiapkan, paling tidak hasil seri tidak mustahil bisa didapat, atau bahkan kemenangan pertama di kandang lawan.

"Intinya pemain jangan panik melawan Persija dan kami berharap pemain bisa kerja keras di lapangan. Nanti hasilnya akan datang," ucapnya.(*)

Menpora Pastikan Bonus SEA Games Telah Dilunasi


JAKARTA - Para Atlet peraih medali dalam pesta olahraga Sea Games 2011 boleh bergembira. Pasalnya bonus yang dijanjikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Alifian Mallarangeng sudah dibayarkan.

"Bonus bagi atlet peraih medali Sea Games 2011 sudah dibayarkan. Itu sebagai bentuk rasa syukur atas prestasi yang terukir di sana. Kami sudah membereskannya, "ujar Menpora dalam diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun Cikini Jakarta Sabtu (3/12/2011).

Menpora hadir menjadi salah satu pembicara bersama Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin dan Wartawan Senior Mafudin Nigara. Namun anggota Komisi X Utut Adianto yang dijadwalkan menjadi pembicara tak sempat hadir. Diskusi itu mengambil tajuk Setelah Sea Games.

Bagi Alifian, hasil yang diperoleh pada Sea Games lalu bukanlah sebuah puncak prestasi. Menurutnya, raihan medali dalam Sea Games 2011 merupakan simbol bangkitnya olahraga di Indonesia.

"Hasil yang kita peroleh melampaui target. Targetnya melesat ke atas.
Banyak atlet muda, wajah baru yang mempersembahkan prestasi terbaiknya. Itu adalah spirit kebangkitan olahraga bagi Merah Putih, "jelasnya.

Dia menerangkan, pembayaran bonus atlet bukanlah dari utang. Namun berasal dari dana yang telah tersedia. "Kami punya sumbernya. Dan itu masih dalam koridor aturan yang berlaku, "ucap lelaki bermumis tebal itu.

Sebelumnya, Alifian menjanjikan pemberian bonus bagi setiap atlet yang meraih medali dalam penyelenggaraan Sea Games 2011 di Jakarta dan Palembang.

Nilai bonusnya berbeda tergantung jenis perolehan medalinya. Atlet yang memperoleh medali emas pada SEA Games ke-26 akan diberikan bonus Rp200 juta, medali perak Rp50 juta, dan perunggu Rp30 juta.

Bagi pelatih yang anak asuhnya meraih medali emas mendapatkan bonus Rp50 juta, perak Rp25 juta, dan perunggu Rp15 juta. Anggaran untuk bonus para atlet peraih medali pada SEA Games itu bersumber dari APBN.

Dalam pesta olahraga terbesar Asia Tenggara itu, Indonesia menjadi juara umum dengan perolehan medali emas 182, perak 151, dan perunggu 143. Alifian sempat menjanjikan, jika dala satu cabang olahraga/ nomor olahraga terdapat beberapa atlit namun hanya satu emas, maka setiap atlet mendapatkan nilai bonus yang sama.

 

 

Sore Ini, SBY Menjamu Atlet SEA Games  

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang panitia dan atlet-atlet SEA Games untuk menikmati jamuan teh sore di halaman tengah Komplek Istana Negara, Senin, 5 Desember 2011. Halaman rumput hijau luas yang jarang digunakan, kecuali untuk acara-acara tertentu itu, sore ini menerima sejumlah atlet yang telah menyumbangkan emas, perak, dan perunggu bagi Indonesia di SEA Games XXVI Palembang, Sumatera Selatan bulan lalu.

Dalam laporannya, Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan bahwa yang hadir saat ini hanya sebagian dari para atlet penyumbang medali untuk Indonesia.  "Sebenarnya semua ingin hadir, tapi sebagian sudah pulang kampung karena sudah berlatih berbulan-bulan di pelatnas. Jadi, setelah pemberian bonus mereka pulang kampung," ujarnya tersenyum bangga.

Menurut Andi, inilah hasil yang telah dicapai atlet-atlet Indonesia dengan menyumbang 182 emas, 152 perak, dan 145 perunggu. Ia berharap di perhelatan akbar berikutnya, Indonesia bisa mempertahankan posisi juara umum ini. "Ini bukan puncak prestasi. Ini awal kebangkitan olahraga Indonesia menuju prestasi yang lebih baik lagi," kata dia. "Dua tahun lagi di Myanmar kita bisa menjadi juara lagi.

Dari sekitar 150-an atlet yang datang itu, ada dua atlet muda yang mencolok prestasinya. Dia adalah I Gede Siman Sudhartawa dan Triyaningsih. I Gede adalah atlet renang yang berusia 17 tahun yang memperoleh empat medali emas. Sedangkan Triyaningsih, 23 tahun, adalah atlet lari yang memperoleh tiga medali emas.

Dalam acara santai sore ini, tak lupa Presiden juga mengundang panitia KTT ASEAN di Bali yang juga dianggap sukses menggelar acara tingkat internasional itu.

MUNAWWAROH