Indonesia Kehilangan Panutan
Padang, Padek—Indonesia
sudah kehilangan tokoh yang layak dijadikan panutan. Tokoh masyarakat
kini banyak yang memberikan contoh tidak baik kepada masyarakat. Di
televisi, setiap hari masyarakat menyaksikan kebobrokan yang dilakukan
orang-orang yang seharusnya menjadi panutan masyarakat. Mahasiswa
sebagai generasi muda diharapkan melakukan perubahan, baik pada diri
sendiri, maupun di tengah masyarakat.
Ini disampaikan anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Emma Yohanna dalam sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara di kampus Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP, akhir pekan lalu. Dalam acara kerja sama DPD RI dan Labor Sejarah FIS UNP ini, hadir sebagai pemateri mantan dekan FIS UNP, Azwar Ananda.
Senator perempuan asal Sumbar itu mengatakan, sebagian besar politikus dan pejabat saat ini hanya memikirkan bagaimana agar bisa mempertahankan kekuasaan. Pejabat dan politikus tidak lagi memikirkan kepentingan rakyat, apa pun kebijakan yang dibuat, apa pun program yang dilaksanakan hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan.
“Dua minggu setelah diputuskan menang pemilu, ada yang sudah memikirkan bagaimana bisa menang pada pemilu periode berikutnya,” ujar Emma.
Terkait empat pilar yang disosialisasikan, menurutnya empat pilar kebangsaan saat ini mulai dilupakan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama pada generasi muda. Padahal, ini merupakan pegangan penting dalam upaya memperbaiki negara yang sedang mengalami kemerosotan dalam berbagai hal.
Untuk itu, ia mengimbau civitas akademika sebagai masyarakat terpelajar harus aktif dalam memasyarakatkan ideologi negara dan konstitusi negara. Untuk mensosialisasikan empat pilar berbangsa dan bernegara ini tidak cukup hanya dilakukan anggota DPD atau MPR.
Emma menilai, mahasiswa memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa. “Saya harap mahasiswa bisa membantu untuk mensosialisasikan empat pilar, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Ketua Yayasan Citra Al Madina ini.
Emma menambahkan, empat pilar ini sangat penting untuk terus digelorakan. (a)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar