Reaksi Cepat Akibat Trauma
INILAH.COM, Virginia – Reaksi cepat kampus Virginia Tech, Amerika Serikat (AS), terhadap insiden penembakan pada Kamis (8/12) dipicu trauma mendalam terhadap insiden pada 2007.
Pesan teks, email dan telepon langsung meningkat tajam diantara mahasiswa dan staf Virginia Tech. Suara alarm terdengar membahana di seluruh penjuru kampus yang menjadi tempat menuntut ilmu 30 ribu pelajar itu.
Semua yang berada di lokasi kejadian menyatakan, sistem pengaman itu berjalan tanpa cacat, sesaat setelah penembakan. Pengumuman terjadinya penembakan terjadi pada pukul 12.36, beberapa menit setelah kejadian.
Para mahasiswa diperintahkan untuk tetap berada di dalam bangunan dan diminta mengamankan pintu. Pukul 12.47, muncul pengumuman mengenai deskripsi tersangka secara lengkap.
Pria kulit putih, celana abu-abu, topi abu-abu yang pinggirnya berwana hijau neon, hoodie marun dan tas ransel. Tersangka dikatakan berjalan menuju fasilitas kesehatan dan layanan konseling McComas.
Pengumuman ketiga pada pukul 13.11, seorang polisi dikatakn tertembak. Terakhir, pukul 16.31 pengumuman menyatakan aktivitas normal bisa dilanjutkan lagi. “Cara universitas menangani insiden ini amat menenangkan,” ujar Matt Banfield, mahasiswa senior.
Bersama kawan-kawannya, ia terkurung di dalam Squires Student Center hingga pengumuman terakhir. Banfield mengatakan, kawan-kawannya juga cukup tenang dan memantau setiap gadget mereka untuk pengumuman dari universitas.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar