Jumat, 09 Desember 2011


Jumhur: Sudan Tawarkan Lowongan Pekerjaan  

Vincent Hakim
27/11/2011 17:22
Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Sudan memberikan tawaran ratusan lapangan pekerjaan kepada TKI untuk bidang formal terampil, semiterampil, dan profesional di berbagai perusahaan. Tawaran ini disampaikan Sudan melalui Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Jumhur Hidayat saat berkunjung Sudan, 23-24 November lalu.

Menurut Jumhur, Sudan kini giat membangun berbagai sarana infrastruktur sosial serta ekonomi melalui terobosan investasi pihak asing, yang membuat negara Islam di kawasan Afrika itu berpotensi menjadi pusat kemajuan dan berkembang baik ekonomi maupun modernitas pembangunan kotanya. Lokasi perusahaan yang ditawarkan jauh dari tempat konflik.

"Lokasi konflik itu berada dalam jarak 1.000 kilometer dari Khartoum, Jadi, penempatan TKI formal sudah pasti aman dari lingkungan rawan konflik," katanya.

Jumhur mengaku mendapat komitmen dari berbagai pihak di Sudan untuk menempatkan 200 tenaga ahli bidang konstruksi, 200 insinyur guna bekerja di pabrik baja, 120 perawat rumah sakit, puluhan operator mesin pengolah hasil pertanian, termasuk peluang lain bagi penempatan tenaga ahli/terampil di perminyakan, pertambangan emas, pabrik getah Arab, spa theraphy (hospitality), dan perusahaan percetakan.

"BNP2TKI akan secepatnya menindaklanjuti hasil kunjungan ini dengan para pelaku penempatan TKI formal di Indonesia, agar segera dilakukan realisasi untuk upaya pengiriman TKI formal ke Sudan," katanya.

Pola penempatannya, Jumhur menyebutkan akan menggunakan skema "private to private" (antarperusahaan swasta) atau melalui program kerja sama pemerintah dan perusahaan di Sudan alias "government to private" (G to P), serta dimungkinan dengan pola antarpemerintah atau G to G (Government to Government).

Di Sudan yang berpenduduk sekitar 40 juta orang, terdapat 26-30 ribu tenaga asing yang berasal dari Cina, Filipina, Malaysia, dan beberapa negara di kawasan Afrika. Sementara WNI di Sudan, menurut Jumhur sekitar 1.100 orang, sebagian sebagai TKI informal yang bekerja sebagai Penata Laksana Rumah Tangga, sebagian bekerja di bidang formal, dan sebagian lain sekitar 300 orang adalah mahasiswa.

"TKI yang akan bekerja di Sudan ditanggung pemondokan dan biaya tiketnya oleh pihak pengguna. Tak hanya itu, masih ada jaminan uang lembur dan bonus pergi haji untuk yang beragama Islam," kata Jumhur. (ANT/Vin)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar